Rahasia Ilmiah dan Manfaat Puasa Senin-Kamis
Kali ini saya men-share-kan
tentang RahasiaIlmiah dan Manfaat Puasa Senin-Kamis yang saya dapatkan dari seorang
teman di dalam group milist. Semoag informasi ini bisa bermanfaat untuk semua
orang terutama sohib Pandawa
Lima.
Mungkin jika sohib banyak
menemukan postingan ini dibanyak tempat dengan search engine seperti
google.com. Namun hal ini tidak menyurutkan saya untuk menambah khazanah ilmu
pengetahuan terutama tentang Rahasia Ilmiah dan Hikmah Puasa
Senin-Kamis ini.
Berpuasa, sudah lama
diketahui sangat baik untuk kesehatan. Apalagi sekarang manfaat berpuasa untuk
kesehatan makin terbukti secara ilmiah. Bahkan para peneliti menyarankan bahwa
sebaiknya mulai kembali berpuasa karena terbukti puasa dua hari dalam satu pekan
sangat bermanfaat untuk kesehatan hormon dan perubahan metabolisme. Puasa yang
dimaksud adalah mengkonsumsi makanan hanya sekitar 500-800 kalori. Bandingkan
dengan asupan harian sekitar 2.000 kalori untuk perempuan dan 2.500 kalori
untuk pria.
Asupan itu bisa menurunkan
tingkat pertumbuhan hormon yang terkait dengan kanker dan diabetes. serta
mengurangi kolesterol buruk LDL dan lemak dalam darah. Sedangkan radikal bebas
juga menurun. Dari hasil penelitian ini juga terbukti bahwa tingkat peradangan
dapat berkurang. Bahkan, disebutkan pula berpuasa dapat melindungi otak. Maka,
risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson pun bisa dikurangi.
“Menurunkan secara drastis
asupan makanan memicu proses protektif di otak. Ini sama dengan mendapatkan
efek tambahan ketika olahraga,” ujar Profesor Mark Mattson, kepala bagian saraf
di US National Institute on Ageing.
Kesimpulan itu diperoleh
dari hasil penelitian terhadap sekelompok perempuan yang mengalami obesitas dan
kelebihan berat badan yang menjalani diet 1.500 kalori sedangkan kelompok lain
hanya 500 kalori selama dua hari. Kedua kelompok sama-sama mengalami penurunan
berat badan. Namun, kelompok yang berpuasa (asupan 500 kalori) ternyata
mengalami kemajuan yang lebih pesat. Menurut peneliti, mereka mengalami
peningkatan sensitivitas insulin. Ini berarti mereka punya kendali tingkat gula
darah yang lebih baik.
Seorang dokter ahli asal
Rusia, dr. Yuri Nikolayev menganggap puasa sebagai penemuan terbesar dalam
bidang kesehatan. Puasa mampu membuat seseorang menjadi awet muda dan sehat
secara fisik, mental, dan spiritual. Bahkan, sebuah lembaga di Amerika Serikat
menyebutkan puasa sebagai cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik
perempuan secara alami.
Berikut merupakan daftar
beberapa manfaat puasa Senin Kamis.
- Peremajaan
sel kulit
- Mengencangkan
kulit
- Detoksifikasi
racun dalam tubuh
- Memberi
waktu istirahat untuk organ pencernaan
- Menurunkan
tekanan darah
- Menurunkan
kadar lemak (kolesterol)
- Menghambat
proses penuaan (awet muda)
- Memperindah
dan mempercantik kaum wanita secara alami
- Menenangkan
jiwa dan perasaan
- Mampu
mengendalikan nafsu seks dengan lebih baik
- Memacu
jiwa empati terhadap sesama
- Menimbulkan
rasa solidaritas terhadap kaum miskin
Puasa merupakan hal yang
lazim dilakukan manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini bisa dilihat dari
catatan sejarah yang ada. Sebagian manusia pada zaman dahulu mempraktikkan
puasa sebagai ritual yang dipercaya untuk memberikan kesehatan bahkan keabadian.
Di antaranya orang-orang Mesir Kuno yang meyakini bahwa kelebihan makanan akan
menyebabkan datangnya berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, mereka
menganggap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh perlu dikurangi.
Di samping itu, Aflaton dan
Socrates, filsuf Yunani Kuno, menjalankan puasa sebagai gaya hidup yang baik
dan juga sebagai pengobatan. Pythagoras pun juga percaya bahwa puasa dapat
mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Begitu pun juga dengan kepercayaan
orang-orang Inca di Peru dan suku-suku Amerika lainnya. Mereka percaya bahwa
puasa yang mereka lakukan dapat menjadi upaya untuk penebusan dosa.
Selain diamalkan oleh umat
Islam, puasa juga diamalkan oleh agama-agama besar di dunia. Yakni yahudi,
kristen, dan Budha. Puasa yang mereka lakukan mempunyai tujuan masing-masing
serta memiliki tata cara dan waktu pelaksanaannya yang berbeda. Misalnya, umat
Islam melakukan puasa wajib sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Orang-orang
Yahudi berpuasa pada hari Yom Kippur, yakni hari raya yahudi yang jatuh pada
tanggal 9 Oktober. Sedangkan orang-orang Budha berpuasa pada hari ekadashi,
yakni puasa pada hari ke sebelas terhitung setelah bulan purnama.
Telah disebutkan bahwa
salah satu manfaat puasa antara lain untuk menjernihkan pikiran. Hal itu
dikatakan oleh Pythagoras, seorang filsuf yang tidak asing lagi di telinga
kita. Namun, untuk lebih jelasnya, perlu ditinjau dari sudut pandang ilmiah dan
dalil-dalil dari ayat Al-Qur’an dan hadis.
Puasa adalah
upaya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum,
dan lain sebagainya dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama
berpuasa, tentunya tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dari
pagi hingga saatnya berbuka.
Keadaan ini juga berarti
tidak ada asupan glukosa dalam tubuh kita selama berpuasa.
Sedangkan glukosa merupakan senyawa yang sangat dibutuhkan oleh otak manusia.
Otak yang memiliki jutaan sel saraf, memproses kognisi yang meliputi berbagai
proses mental untuk memperoleh pengetahuan, di antaranya adalah berpikir,
mengingat, memutuskan sesuatu dan memecahkan masalah. Dalam memproses semua
itu, otak sangat membutuhkan glukosa yang diambil dari asupan makanan. Namun,
kerja otak yang sangat membutuhkan glukosa ini tidak akan terpengaruhi pada
saat berbuka.
Allah Swt telah menciptakan
tubuh manusia dengan penuh kesempurnaan. Di dalam tubuh kita ada sistem
pengatur energi yang sanagat canggih. Jadi, apabila terjadi hal-hal yang
menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu, tubuh akan mulai bereaksi dengan
cepat. Reaksi ini terus terjadi untuk mengembalikan keseimbangan tubuh seperti
semula. Oleh karena itu, jika tubuh merasakan kekurangan glukosa, maka tubuh
akan segera bereaksi untuk menghasilkan glukosa dari sumber lainnya.
Dalam keadaan tidak ada
pembakaran dalam tubuh dan mulai merasa kekurangan energi, mendorong otak untuk
bereaksi. Menurut Dr. Bahar Azwar, rangsangan otak memaksa kelenjar pankreas
mengeluarkan glukagon. Ia membakar glikogen yang tersimpan di hati menjadi
glukosa. Namun, bila glukosa yang dihasilkan belum tercukupi, dimulailah
pembakaran lemak di dalam tubuh. Dari proses tersebut banyak manfaat dan dampak
positif yang akan dirasakan tubuh. Kesediaan glukosa dalam otak pun menjadi
seimbang. Jadi, otak pun akan tetap berjalan normal sekalipun tubuh kekurangan
makanan.
Lebih lanjut, Dr. Bahr
Azwar menegaskan bahwa pada saat tidak ada asupan makanan ke dalam tubuh, usus
akan beristirahat. Saat usus beristirahat, sari makanan akan berkurang. Jadi
beban darah yang membawanya akan berkurang. Itu sebabnya, darah yang ada dalam
otak, tidak perlu lagi dikerahkan untuk membawa sari makanan dari dalam usus.
Ketika itulah pikiran akan merasa tenang dan segar.
Manfaat puasa Senin
Kamis lainnya adalah memberikan ketenangan jiwa. Menurut Imam Barakat Abdullah
ba’lawiy Al-hadad, puasa memiliki ruh (jiwa) dan bentuk. Bentuk dari puasa
adalah menahan diri dari makan, minum, dan bersetubuh mulai dari terbit fajar
sampai terbenamnya matahari yang disertai dengan niat. Sedangkan ruh dari puasa
adalah menahan diri dari melakukan perbuatan dosa dan perbuatan haram, serta
mengerjakan amalan fardhu dan sunnah.
Dengan demikian, orang yang
berpuasa tidak hanya menjalani bentuk puasa, tetapi harus memiliki ruh dari
puasa yang dilakukannya. Karenanya, puasa yang dilakukannya akan diterima oleh
Allah Swt dan menjadikannya termasuk orang-orang yang memiliki jiwa yang suci.
Sebab, orang-orang seperti itulah yang dapat mengontrol jiwa dan perilakunya.
Dengan kemampuan ini,
secara otomatis orang yang terbiasa berpuasa akan mampu mengendalikan diri dan
jiwanya. Ia akan merasakan kedamaian dan ketenangan hidup di dunia.
Semoga bermanfaat...
Dari berbagai sumber
Kesehatan.
.jpg)
0 komentar