Tempat Terindah

By 22.11



Rangkaian biji-biji tasbih itu terus menyatu disatukan oleh benang yang kokoh dan anti putus. Siapa pun yang berusaha memutuskan benang itu, maka tangan yang merusaknya akan terluka, dan tidak bisa disalahkan, mengapa benang itu tak juga putus ?, ketahuilah ! Allahlah yang menjaga untaian tali tasbih itu.

Ukhuwah itu terus terjalin. Teringat lima tahun
silam kami dipertemukan oleh Allah dengan cara yang baik dalam sarana dakwah. Saat itu kamu masih kelas lima SD, sedangkan diriku lebih tua 1 tahun 7 bulan 10 hari dari kamu, yakni kelas 7 MTs. kamu mampu mengenalku dengan baik, begitu juga aku, aku mampu mengenalmu dengan sangat baik.

Tempat dan waktu yang memisahkan kami.., kami terpisah selama 2 tahun, tidak ada kabar dan informasi mengenai dia maupun aku. lalu Allah pun menyatukan kami kembali ketika aku kelas 10 SMA. Saat itu kakak nya sebagai kakak kelasku, kelas 12 SMA, sebagai OSIS kakak nya mampu mengenaliku bahwa ternyata aku adik dari kakak kelasnya dulu. aku senang bisa bertemu orang-orang yang dulu nya selalu meramaikan rumahku dengan tabuan marawis yang mampu menyayat hati. Beberapa hari kemudian, kakaknya memberikan no.handphone nya padaku. Jujur aku rindu sekali padanya, dengan segera ku hubungi dirinya dan dirinya tersentak kaget. yah pantas dia kaget, karena sudah sekian lama kami terpisah dan dipersatukan kembali. Setelah kurang lebih selama dua bulan kami berkomunikasi dia berkunjung ke rumahku. o'ya panggil saja ia dengan sebutan Aziz, bagiku dia orang yang kuat dan mampu menguatkan diriku. Aziz dengan malu menginjakkan kaki nya di pelataran rumahku. kami sudah lama tak bertemu, Aziz nampak berbeda dari yang dulu. sifa kekanak-kanakannya perlahan mulai pudar, yang nampak hanya wajah optimisme dan siap menyongsong masa depan yang indah.
Dia memanggilku "Din", dengan segera ku balas panggilannya itu, "Iya","malu Din", ungkapnya padaku. namun aku hanya membalasnya dengan senyuman.
"mau duduk dimana Ziz ?" tanyaku
"duduk di sawah aja yah din".
Aku menuju sawah tempat favorit kami sambil membawa tikar dan dia pun mengikuti langkahku. setelah kami menggelar tikar, dia kupersilahkan duduk. dengan segera ku berjalan tuk membawakannya minuman botol dan sepiring kue pia. "ayo dimakan ziz", ujarku. "iyah din"
Suaramu terdengar serak, aku tahu sebelumnya kamu bilang bahwa tenggorokanmu lagi sakit sehingga membuat suaramu timbul tenggelam,hehe. Tapi aku pun sama, pada saat itu penyakit batuk menyerang tenggorokanku, sehingga membuat suaraku seperti toa masjid yang rusak.

Heningnya sawah membuat kami terdiam, tak ada suara atau obrolan yang lancar diantara kami, hanya angin yang mampu melukiskannya. Beberapa lama kemudian, dia memulai pembicaraan,
"Din, baju kita koq sama ya ?" ungkapnya sambil tersenyum
"lah,,masa???" dengan segera ku tengok baju yang ku kenakan, "iya Ziz sama, koq bisa ya,duh" hehe aku mau ketawa tapi malu, kenapa ya bisa mirip baju kami ?,berawal hal yang aneh,ungkapku dalam hati.
Dia tersenyum, senyum yang sama 2 tahun yang lalu.
"kamu tampak berbeda Din"
"Kamu pun iya, bahkan sangat berbeda. Sudah berapa banyak perempuan yang kamu pacarin ?"
hehehe kami tertawa bersama.
"bisa aja kamu Din", ungkapnya
Ebtah kami bingung sekali apa yang harus kami bicarakan lagi untuk memecahkan keheningan diantara kami. Anginlah yang mampu mengisi tiap-tiap pikiran kami.

Tiba-tiba saja hp ku berdering. satu pesan masuk dari Aziz, 'Ngomong dong Din', begitulah sms yang ku baca."kamu ngapain sms aku ?"
"hehe, iseng din"
"kalau mau ngomong, ngomong aja lagi"
lagi-lagi kami tersenyum,,

Pertemuan yang indah, sekitar satu jam kami menikmati angin yang perlahan-lahan merasuki tiap-tiap  rusuk tulang kami. perlahan namun pasti. Pertemuan yang tidak bisa kami lupakan sampai sekarang. Berasal dan berawal dari sanalah kami mulai memendam rasa. Rasa yang tidak kami ketahui apa itu, dan sampai sekarang tempat itu menjadi tempat terindah bagi kami.



_ El-Syifamy _

You Might Also Like

0 komentar