Wajah itu..
Biarkanlah aku menulis kembali kenangan itu. Kenangan yang
membuktikan bahwa kita pernah bersama. Saling membagi emosi yang
tersirat. Kebersamaan yang sangat indah, sederhana,yang isinya hanya
aku, dia dan Allah lah yang Tahu.
Bisakah kau bayangkan?
Tepat pada pukul 16.00 angin berhembus halus, menyentuh seluruh permukaan wajahku. Hatiku pun terbawa, teringat akan wajah teduh di sana. Wajah yang tak berani menatap kedua bola mataku, yang tak berani menyentuhku, yang menjagaku layaknya seorang putri, yang dengan tegas mengatakan aku adalah perempuan yang kuat, yang berucap kalau aku tak layak untuk dipacari tapi dijadikan istrilah yang lebih tepat, yang mampu berbicara pada orang lain aku lah sangat berarti untuknya, yang dengan lirih mengatakan 'masih kau lah saudari terbaik yang ku miliki'.
Iya! aku tetap menjadi saudara terbaik yang dia miliki.
Saudara terbaik, wajahnya pun aku tak ingat, seperti apa sekarang.
Entahlah,,
Yang ku ingat dari wajah itu, wajah yang sederhana. Yang berfatamoragana indah di tiap goresan tintaku.
~El-Syifamy~
15.51 31 Maret 2013

0 komentar